Opini Rakyat.id - Ketua Umum DPP FPPG, Asep Nurjaman menegaskan program bansos pangan non tunai bergulir dengan berbagai polemik permasalahan yg terjadi dilapangan banyak ditemukan penyimpangan.
Terkait beberapa persoalan yang menyangkut pendirian agen, pihak bank mandiri cabang Garut selaku bank penyalur dalam pokok permasalahan yang terjadi seharus nya melakukan terlebih dulu sosialisasi dan edukasi kepada para agen dan kpm dalam proses penyaluran program tersebut agar lebih tepat sasaran.
Terutama dalam sisi keadaan fisik barang hal terkait merupakan ,salah satu bentuk tanggung jawab dari pihak bank bukan hanya ,dipikul oleh pihak dinsos (dinas sosial) seperti apa yg diungkapkan oleh salah satu karyawan bank mandiri (bian) pada waktu hari rabu kemarin pihak bank mandiri selaku bank penyalur hanya bergulir pada regulasi dan ketentuan penyalur anggaran saja" .
Selanjutnya, Menurut Asep Nurjaman mengatakan kecewa atas sikap bank mandiri yang seolah - olah lepas tangan dalam melakukan pengawsan dan pembinaan kepada agen yang mereka tunjuk.
" Ini kan sudah jelas bank mandiri selaku pendiri agen-agen bansos diduga melakukan pembiaran, sehingga ada agen nakal dan abal-abal tidak di coret atau diganti". Ungkap Asep
Oleh karena itu, Asep minta kepada OJK untuk mengevaluasi dari ketentuan pendirian agen tersebut.
